Minggu, 28 Agustus 2016

Alexia


Tahun rilis: 2015
Sutradara: Andres Borghi.
Bintang: Sergio Beron, Paula Carruega, Pilar Boyle

Oke, kali ini review singkat; hari ini saya baru nyari-nyari film horor pendek baru di KauTabung, dan kebetulan nemu film horor pendek garapan Andrés Borghi, Alexia. Kisahnya sih standar dan mungkin sesuatu yang sudah sering dijadikan tema film horor: orang yang sudah mati kembali menghantui kekasihnya, serta peran media sosial. Akan tetapi, dibandingkan film hantu Facebook Indonesia jaman dulu yang nggak jelas itu, saya lebih suka film horor pendek yang 'padat,' bisa memberi perasaan puas dan kejutan yang mantap di durasi yang singkat. 


Dulu, jaman media sosial belum terkenal, mungkin nggak terbayangkan bagaimana rasanya kalau akun orang yang sudah meninggal masih terpampang, karena tak ada yang menghapusnya. Film ini dibuka dengan si tokoh pria yang masih menghabiskan waktu menelusuri halaman Facebook kekasihnya yang sudah meninggal, Alexia. Ia digambarkan menyesal karena si kekasih bunuh diri lantaran diputuskan. Dari sini, tak butuh waktu lama sebelum si kekasih mulai meneror dirinya.

Dari sini, kelihatannya nggak ada yang istimewa. Temanya juga kayaknya biasa, 'kan? Nah, yang saya suka adalah bagaimana si sutradara menggunakan Facebook secara efektif sebagai media penceritaan. Halaman Facebook Alexia, komentar teman-temannya yang mengucapkan "turut berdukacita" di halaman Facebook si Alexia (entah dengan pikiran akan dibalas atau tidak, tapi bayangkan reaksi mereka kalau benar-benar dibalas oleh Alexia!), obrolan online antara si tokoh cowok dan pacar barunya lewat fitur FB messaging, efek suara yang memberi isyarat pesan masuk, bahkan piksel layar komputer, semuanya turut berperan secara efektif sebagai juru cerita dalam film ini.

Dialog yang cenderung minim dalam film ini juga secara samar menunjukkan apa yang mungkin banyak dari kita rasakan di dunia nyata: rasanya lebih mudah mengungkapkan sesuatu dalam bahasa tertulis di Facebook daripada mengungkapkannya lewat kata-kata lisan, di depan orangnya langsung. Jika dulu adegan orang menulis buku harian menjadi salah satu media penceritaan dalam film, yah, tren itu kini harus berbagi dengan adegan orang menelusuri halaman Facebook dan jejaring media sosial lainnya. Setting-nya yang juga terbatas (di dalam satu bagian rumah) dan gelap di sekeliling seolah menggambarkan bagaimana Facebook telah menjadi dunia tersendiri, sehingga seolah kita tak butuh dunia luar lagi.

Dan horornya? Yah, seperti saya bilang: material hantu-hantuan standar, tapi cukup efektif, dan salah satu adegan saat hantu Alexia mulai 'beraksi' sekilas mengingatkan saya pada para pengguna Facebook yang hobi sekali berbagi foto-foto berdarah mengerikan serta pornografi kekerasan lainnya, dengan setelan Public dan bahkan hobi menge-tag orang secara paksa, padahal bukan di forum khusus penggemar horor atau semacamnya.

Tanpa ocehan lebih lanjut, silahkan nikmati filmnya di sini.