Kamis, 08 September 2016

Peacock


Tahun rilis: 2010
Sutradara: Michael Lander
Bintang: Cillian Murphy, Ellen Page, Susan Sarandon
My rate: 3/5

Banyak yang bertanya mengapa Peacock tidak ditayangkan di bioskop dan menjadi film straight-to-DVD, sehingga membuat film ini cenderung lolos dari radar, padahal memajang premis unik serta bintang-bintang seperti Cillian Murphy, si indie darling Ellen Page, dan aktris legendaris Susan Sarandon. Tadinya saya pikir mungkin itu karena film ini jelek, dan aktor/aktris bernama besar toh belum tentu selalu terlibat dalam film bagus. Lalu saya baru-baru ini coba menontonnya, dan saya pikir: apapun alasan film ini tidak diputar di bioskop, pasti bukan karena akting Cillian Murphy dan Ellen Page! 


Dalam Peacock, Murphy menjadi John Skillpa, seorang pegawai bank di kota kecil bernama Peacock, Nebraska. Dia seorang yang pendiam, penggugup, dan menyimpan trauma masa kecil. Akan tetapi, semua orang melihatnya sebagai pegawai bank yang normal dan tak menonjol, kecuali satu rahasia: di rumah, John mengenakan pakaian wanita, wig dan riasan, dan menjelma menjadi "Emma," wanita keibuan yang percaya diri. Setiap pagi, "Emma" bersih-bersih dan menyiapkan sarapan untuk John, dan "Emma" tak pernah keluar rumah kecuali untuk menjemur pakaian di halaman belakang yang dikelilingi pagar tinggi.

John berhati-hati menjaga rahasia kehidupan gandanya, hingga suatu hari, sebuah kecelakaan menghancurkan halaman belakang John saat dia masih menjadi Emma. Ketika para tetangga berdatangan, mereka melihat John dalam dandanan Emma. Ketika sosok Emma yang selama ini dirahasiakan akhirnya terungkap, John pun harus berbohong untuk melindungi kehidupan gandanya. Masih dalam penyamaran sebagai Emma, dia mengaku sebagai "istri John, yang dinikahi diam-diam." Hidup John pun menjadi perjuangan untuk menjaga penyamarannya sekaligus memainkan peran sebagai "suami Emma." Hidupnya menjadi lebih rumit dengan kehadiran Maggie (Ellen Page), seorang ibu muda yang hidupnya dibiayai ibu John, namun tak lagi menerima tunjangan setelah ibu John meninggal. Kehadiran Maggie juga perlahan mengungkap rahasia yang selama ini disimpan John tentang trauma masa kecil akibat perbuatan ibunya.

Peacock adalah kali kedua Cillian Murphy memainkan peran wanita transgender setelah Breakfast on Pluto. Akan tetapi, dalam Peacock, karakter Cillian menjadi wanita sebagai bagian dari gangguan kepribadian disosiatifnya (atau, dalam bahasa umum: "kepribadian ganda"). Saya suka bagaimana karakter Cillian nampak sangat berbeda dalam dua jenis dandanannya. Sebagai Emma, dia lembut, penuh perhatian, percaya diri. Sebagai John, dia penggugup, pemalu, dengan detail-detail kecil  yang menunjukkan hal tersebut seperti gerak-gerik tersendat dan bahkan kedutan-kedutan otot kecil di wajahnya. Perpindahan karakter ini membuat karakter John/Emma jadi terlihat unik, dan cocok untuk Anda yang suka melakukan studi karakter kecil-kecilan ketika menonton film yang plotnya terbangun dengan lambat dan seksama.

Dandanan Emma di Peacock agak lebih terlihat "kasar," yang wajar karena John/Emma hanya mengenakan wig, berdandan, dan mengenakan gaun, beda dengan karakter Cillian sebagai Kitten di Breakfast on Pluto yang habis-habisan. Plus, Cillian Murphy punya wajah yang khas, jadi secantik apapun dia berdandan, saya tetap saja melihatnya sebagai "Cillian Murphy didandani jadi perempuan." Tetapi selain itu, saya tidak begitu terganggu, karena saya lebih menikmati bagaimana pusingnya John ketika dia harus mempertahankan kehidupan gandanya setelah orang-orang mengetahui ada "Emma" di rumahnya. Atmosfer yang sebagian besar gelap dan muram, terutama setiap kali adegan menyorot ke bagian dalam rumah John, membuat film ini terasa seperti behind the scene film Psycho. Jika kita hanya melihat Norman Bates dalam wujudnya sebagai pria di sebagian besar adegan Psycho, Peacock seperti menunjukkan bagaimana keseharian Norman dalam pakaian wanitanya jika dia sedang tidak mengintip tamu perempuan atau membunuh.

Seperti biasa, Ellen Page tampil cemerlang dan berhasil mempertahankan reputasinya sebagai ratu film indie. Susan Sarandon juga cemerlang dalam karakternya sebagai istri walikota; tipikal wanita aktif dan ramah yang bisa sedikit memaksa dalam kebaikan hatinya, yang justru membuat John/Emma semakin lama semakin tertekan. Pada akhirnya, keputusan yang diambil John membuat kita menyadari betapa besar konsekuensi yang harus ditanggung ketika seseorang memutuskan untuk memilih sebuah identitas. 

Akhir film ini mungkin tak akan terlalu memberi perasaan tuntas, tetapi secara keseluruhan, Peacock adalah sebuah drama yang cukup enak diikuti, dengan akting yang cukup mumpuni dan traktiran visual yang menarik di beberapa bagian, walau mungkin meninggalkan sedikit perasaan kurang plong.